Jumat, 03 Desember 2010

Negeri Kejam

            Warga Negara merupakan seseorang yang tinggal di suatu Negara tertentu dengan sah menurut hukum yang berlaku. Jika saya tinggal di Belanda dan berpindah warga Negara dengan hukum yang berlaku maka saya akan menjadi warga Negara Belanda yang sah. Setiap warga Negara memiliki hak dan kewajibannya masing – masing. Tetapi banyak warga Negara yang tidak menjalankan kewajibannya sebagai warga Negara dan tak jarang juga tidak semua warga Negara mendapatkan haknya sebagai warga ngara.
            Warga Negara dan Negara memiliki hubungan yang sama eratnya, suatu Negara tidak akan berdiri jika tidak ada rakyat/ warga Negara dan rakyat/warga Negara tidak dapat hidup dengan baik jika tidak ada Negara. Tetapi terkadang Negara lupa akan peran warga Negara sehingga hak – hak yang seharusnya mereka dapatkan tidak dapat terpenuhi dengan baik. Contohnya di Indonesia kini tidak semua warga negaranya mendapatkan haknya masing – masing dengan sangat layak. Dituliskan di Undang Undang Dasar 1945 bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan penghidupan yang layak. Tetapi pada kenyataannya hanya para pejabat yang mendapatkan penghidupan yang sangat layak di negeri ini. Warga Indonesia juga telah melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik yaitu membayar pajak tetapi tetap saja hak – hak mereka tidak dapat terpenuhi dengan sangat baik dan layak. Bahkan uang hasil pajak banyak sekali diselewengkan hingga kita tak tahu larinya kemana, saya pun bingung kenapa setiap kasus bisa lari begitu saja padahal tuhan hanya menganugerahi kaki pada binatang dan manusia, saya yakin yang lari bukan lah manusia.
            Negeri ini bagai lagu bengawan solo yang airnya mengalir jauh dan akhirnya kelaut. Kemana perginya hak mereka? Telah sampai kelaut atau mereka yang mengurus telah lupa? Rakyat ini bagaikan TKI di Arab Saudi yang hanya dituntun kewajibannya untuk melayani mereka dan menjadi karung samsak tetapi hak-nya tidak dipenuhi, separah itukah? Sekarang kita intip sedikit, setiap pembagian daging kurban dan zakat telah memakan banyak korban menandakan bahwa rakyat belum sejahtera sepenuhnya, banyak sekali yang membuat hunian berpemandangan sampah dan kali telah menandakan bahwa rakyat belum memiliki tempat tinggal yang layak, banyak terjadinya pemerkosaan dan kasus bunuh diri telah menandakan rakyat belum mendapatkan pendidikan yang layak. Yang saya maksud rakyat bukanlah termasuk para pejabat dan orang – orang kaya yang merupakan warga Indonesia tapi merupakan mereka – mereka yang tinggal di bantaran kali, mereka yang tinggal di kolong jembatan, mereka yang mengais makan di tumpukan sampah, mereka yang dipukuli oleh majikannya, mereka yang terkena busung lapar, mereka yang tidak mendapatkan pendidikan dengan sangat layak, dan mereka – mereka yang masih tertindas oleh kemiskinan.

 Entah sampai kapan pemerintah tidak memperhatikan mereka dan memelihara mereka. Negeri ini lebih dari cukup untuk dikatakan kaya dan negeri ini sudah lebih dari cukup untuk dikatakan tidak memiliki hati. Mau bagaimana lagi kita telah memilih mereka, yang perlu mereka tau bahwa tuhan masih memperhatikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar